Nyeri punggung sering dianggap sebagai masalah biasa yang disebabkan oleh postur buruk atau kelelahan. Namun, bagi sebagian orang, nyeri ini adalah tanda awal ankylosing spondylitis (AS), penyakit autoimun langka yang menyerang tulang belakang. Memahami perbedaan antara nyeri punggung biasa dan gejala AS sangat penting untuk diagnosis dini. Mengabaikannya dapat menyebabkan kerusakan permanen.
Gejala awal AS biasanya berupa nyeri dan kekakuan di punggung bawah dan pinggul. Berbeda dengan nyeri punggung biasa yang membaik dengan istirahat, nyeri AS justru memburuk saat Anda diam, terutama di malam hari atau setelah bangun tidur. Nyeri akan membaik dengan aktivitas fisik atau olahraga ringan.
Seiring waktu, peradangan yang disebabkan oleh ankylosing spondylitis dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Sendi lain, seperti bahu, lutut, dan pergelangan kaki, juga bisa meradang. Rasa nyeri juga bisa menjalar ke bokong atau paha. Rasa nyeri dan kaku yang terus-menerus adalah ciri khas dari penyakit ini.
Selain nyeri sendi, penderita AS sering mengalami kelelahan ekstrem. Peradangan kronis di dalam tubuh dapat menguras energi, membuat penderita merasa letih sepanjang waktu. Mereka mungkin juga mengalami demam ringan dan penurunan berat badan yang tidak disengaja.
Penting untuk membedakan nyeri punggung ini. Nyeri punggung biasa seringkali terlokalisir dan membaik dengan istirahat. Sebaliknya, nyeri punggung yang terkait dengan ankylosing spondylitis cenderung menyebar, memburuk saat tidak aktif, dan merespons baik terhadap gerakan.
Jika tidak diobati, peradangan kronis dapat menyebabkan fusi tulang belakang, atau ankilosis. Fusi ini membuat tulang belakang menjadi kaku dan kurang fleksibel. Penderita bisa mengalami postur membungkuk yang tidak dapat diperbaiki, yang sangat membatasi gerakan dan kualitas hidup.
Diagnosis dini adalah kunci untuk mengendalikan ankylosing spondylitis. Jika Anda mengalami nyeri punggung yang memburuk di malam hari dan tidak membaik dengan istirahat, segera konsultasikan ke dokter. Diagnosis biasanya melibatkan pemeriksaan fisik, tes darah, dan pencitraan tulang belakang.
Meskipun belum ada obatnya, pengobatan modern dapat mengelola gejala dan mencegah fusi tulang belakang. Dengan pengobatan yang tepat dan terapi fisik, penderita AS dapat menjalani hidup yang produktif dan aktif. Mengenali gejala awal adalah langkah pertama untuk mendapatkan kembali kendali atas kesehatan Anda.
