Pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program tridarma perguruan tinggi. Di wilayah Blitar, kegiatan Pengabdian Desa yang dilakukan oleh mahasiswa kesehatan menjadi jembatan penting untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat di tingkat akar rumput. Mahasiswa tidak hanya membawa teori dari bangku kuliah, tetapi juga turun langsung ke lingkungan pedesaan untuk melakukan identifikasi masalah kesehatan dan mencari solusinya bersama warga setempat. Program ini menciptakan sinergi yang harmonis antara akademisi dan masyarakat dalam upaya menciptakan desa yang mandiri secara kesehatan dan ekonomi.
Selama masa Pengabdian Desa, mahasiswa aktif melakukan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit menular dan tidak menular kepada para penduduk. Mereka juga menginisiasi pembentukan taman obat keluarga (TOGA) yang memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah warga untuk menanam tanaman herbal yang bermanfaat. Selain itu, pengecekan kesehatan gratis seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara rutin dilakukan untuk mendeteksi dini risiko gangguan kesehatan pada lansia. Interaksi sosial yang hangat ini membantu mahasiswa mengasah kemampuan komunikasi dan empati, yang merupakan kompetensi dasar yang sangat dibutuhkan oleh setiap tenaga medis di masa depan.
Salah satu fokus utama dalam Pengabdian Desa di Blitar adalah edukasi mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar. Mahasiswa bekerja sama dengan perangkat desa untuk membangun sistem pembuangan yang lebih higienis guna mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan demam berdarah. Selain aspek kesehatan fisik, mahasiswa juga memberikan pelatihan bagi ibu-ibu PKK mengenai pengolahan makanan bergizi tinggi untuk mencegah masalah stunting pada anak-anak. Inovasi-inovasi sederhana ini memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan tersebut.
Evaluasi setelah program Pengabdian Desa berakhir menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan warga mengenai gaya hidup sehat. Mahasiswa juga menyusun laporan komprehensif yang diserahkan kepada pihak desa sebagai panduan keberlanjutan program kesehatan yang telah dirintis. Pengalaman hidup bersama warga desa memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa tentang kearifan lokal dan kesederhanaan. Hal ini memperkaya jiwa kemanusiaan mereka dan membentuk karakter pemimpin yang peka terhadap kondisi sosial. Keberhasilan pengabdian ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang solutif bagi berbagai tantangan yang ada di tengah masyarakat.
