Pangan Lokal yang melimpah di wilayah Blitar diolah menjadi inovasi produk makanan tambahan tinggi gizi oleh tim peneliti gizi STIKES Blitar untuk mengentaskan masalah gangguan pertumbuhan balita. Bahan-bahan seperti ikan lele, kelor, dan ubi ungu yang kaya akan protein, zat besi, serta vitamin diolah menjadi biskuit dan sereal bernilai gizi tinggi. Inovasi ini hadir sebagai solusi makanan pemulihan bergizi yang murah, lezat, dan mudah diproduksi secara mandiri oleh masyarakat perdesaan.
Proses formulasi produk dilakukan melalui serangkaian uji laboratorium untuk memastikan kandungan nutrisi mikro dan makro di dalamnya sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak usia emas. Pengolahan Pangan Lokal ini sengaja tidak menggunakan bahan pengawet sintetis maupun pemanis buatan agar aman dikonsumsi oleh balita yang mengalami masalah gizi buruk. Uji penerimaan rasa yang dilakukan pada ratusan balita di Blitar menunjukkan tingkat kesukaan yang sangat tinggi terhadap cita rasa produk pangan baru ini.
Melalui program pengabdian masyarakat, para mahasiswa gizi memberikan pelatihan pembuatan biskuit bergizi ini kepada ibu-ibu PKK dan kader posyandu di Blitar. Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai makanan pemulihan stunting membuka kesadaran warga bahwa makanan bergizi tinggi tidak harus mahal atau diimpor dari luar daerah. Kemandirian pangan gizi keluarga dapat dibangun dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan potensi pertanian yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
Evaluasi pemberian makanan tambahan berbasis bahan lokal ini selama tiga bulan menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan pada balita sasaran. Terjadi peningkatan berat badan dan tinggi badan yang signifikan pada balita penderita gizi kurang, disertai peningkatan daya tahan tubuh anak dari serangan penyakit infeksi. Keberhasilan ini membuktikan efektivitas pendekatan gizi berbasis bahan alam lokal dalam mengatasi ancaman gangguan pertumbuhan.
Inovasi yang digagas oleh STIKES Blitar ini menjadi modal berharga bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian target penurunan angka kasus gizi buruk. Penguatan ketahanan gizi keluarga berbasis potensi daerah merupakan strategi berkelanjutan yang murah dan berdampak jangka panjang bagi kualitas generasi penerus. Blitar siap menjadi daerah percontohan dalam penanganan masalah gizi anak berbasis kemandirian sumber daya lokal.
