Saat azan Maghrib berkumandang, godaan untuk langsung menenggak segelas es sirup atau air dingin yang segar memang sulit untuk ditahan. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan sensasi jantung berdebar setelah minum es yang terjadi secara mendadak sesaat setelah berbuka puasa. Fenomena medis ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, padahal dalam banyak kasus, hal tersebut berkaitan dengan reaksi sistem saraf terhadap perubahan suhu yang ekstrem di dalam tubuh. Lambung yang sedang dalam kondisi kosong dan bersuhu hangat tiba-tiba menerima cairan dengan suhu rendah secara masif, yang memicu refleks dari saraf vagus yang berada dekat dengan kerongkongan dan jantung.
Refleks saraf vagus yang terkejut inilah yang menyebabkan gangguan irama jantung sesaat atau palpitasi, sehingga muncul keluhan jantung berdebar setelah minum es. Selain faktor suhu, lonjakan gula darah yang sangat cepat dari minuman es manis juga memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh guna memproses glukosa tersebut. Kondisi ini bisa berisiko lebih tinggi bagi individu yang memiliki riwayat gangguan lambung atau sensitivitas jantung tertentu. Oleh karena itu, para ahli kesehatan sangat menyarankan untuk membatalkan puasa dengan air suhu ruang terlebih dahulu guna mempersiapkan sistem pencernaan dan saraf sebelum terpapar suhu dingin yang ekstrem.
Respons masyarakat terhadap penjelasan mengenai jantung berdebar setelah minum es ini sangat positif, karena banyak yang selama ini mengira hal tersebut merupakan gejala penyakit jantung koroner. Viralitas edukasi kesehatan ini di media sosial membantu masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur urutan menu berbuka mereka demi kenyamanan organ dalam. Banyak netizen yang mulai berbagi tips untuk minum air hangat terlebih dahulu sebelum mencicipi takjil dingin agar transisi suhu di lambung berjalan lebih lembut. Kesadaran mengenai cara berbuka yang sesuai dengan fisiologi tubuh manusia pun mulai menjadi standar baru dalam menjalankan gaya hidup sehat selama Ramadan di lingkungan keluarga. Hingga saat ini, stikes terus memberikan edukasi mengenai pola konsumsi yang benar saat berbuka guna mencegah berbagai gangguan kesehatan mendadak.
