Upaya penyadaran masyarakat mengenai bahaya paparan asap tembakau dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukasi kreatif di tempat-tempat umum. Mahasiswa jurusan promosi kesehatan merancang strategi komunikasi massa yang efektif untuk mengajak warga menerapkan gaya hidup sehat tanpa rokok di kawasan permukiman. Penggunaan media visual yang menarik serta pendekatan konseling personal digunakan untuk menyampaikan pesan pencegahan penyakit paru dan jantung secara persuasif. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian warga dari berbagai lapisan usia.
Penyuluhan dilakukan dengan memaparkan data ilmiah mengenai zat beracun yang terkandung di dalam setiap batang rokok serta dampaknya bagi perokok pasif. Mahasiswa membagikan brosur panduan langkah-langkah praktis untuk berhenti merokok secara bertahap bagi warga yang ingin menghentikan kebiasaan tersebut. Sesi diskusi terbuka digelar di balai desa guna memberikan ruang bagi warga untuk berkonsultasi mengenai hambatan yang dihadapi saat mencoba berhenti merokok. Pendekatan tanpa menghakimi ini membuat warga merasa didukung.
Melalui aksi simpatik lapangan, tim mahasiswa promosi kesehatan juga menggalang dukungan warga untuk mewujudkan kawasan bebas asap rokok di area bermain anak dan fasilitas umum. Penempelan stiker himbauan serta pembentukan kader muda anti-rokok dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pesan kesehatan di tingkat RT dan RW. Pengurus lingkungan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih bersih dan segar. Sinergi ini memperkuat komitmen warga.
Evaluasi terhadap efektivitas kampanye dilakukan melalui penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan berlangsung. Hasil data menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan warga secara signifikan mengenai bahaya penyakit akibat kebiasaan merokok di dalam rumah. Banyak kepala keluarga yang mulai berkomitmen untuk tidak merokok di dekat anggota keluarga mereka yang masih balita. Kejadian ini membuktikan efektivitas metode edukasi langsung yang diterapkan mahasiswa.
Program pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan penyakit ini terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai organisasi pemuda lokal. Keberlanjutan aksi penyadaran ini diharapkan dapat menekan angka perokok pemula di kalangan remaja secara drastis dalam jangka panjang. Penguasaan teknik promosi kesehatan yang mumpuni menjadi sarana ampuh dalam mengubah perilaku masyarakat menuju hidup yang jauh lebih sehat.
