Pembentukan kebiasaan makan makanan sehat dan pemilihan jajanan bersih perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak pada usia sekolah dasar. Guna meningkatkan pengetahuan nutrisi para siswa, kegiatan praktikum edukasi gizi seimbang sukses diselenggarakan oleh mahasiswa kesehatan di beberapa sekolah dasar percontohan. Kegiatan pembelajaran interaktif ini melibatkan ratusan anak sekolah dasar yang diajak belajar mengenai pentingnya konsumsi buah, sayur, dan air putih melalui permainan edukatif. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan penuh warna, para mahasiswa berhasil menarik perhatian para siswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh mereka sendiri.
Praktikum lapangan ini diawali dengan sesi pemutaran film kartun edukasi tentang petualangan zat-zat gizi di dalam tubuh manusia serta bahaya mengonsumsi jajanan yang mengandung pengawet buatan. Anak-anak tampak sangat antusias menyimak tayangan gambar animasi dan aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan ringan yang diajukan oleh para mahasiswa perawat. Pelaksanaan praktikum edukasi gizi ini dirancang sedemikian rupa agar materi isi piringku dapat dipahami dengan mudah oleh anak-anak usia sekolah dasar tanpa merasa bosan. Gelak tawa dan keceriaan mewarnai seluruh isi ruangan kelas selama sesi penyampaian materi berlangsung.
Selain pemutaran film dan cerita interaktif, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi praktis pemeriksaan jajanan kantin sekolah serta lomba menyusun menu sarapan sehat menggunakan alat peraga mainan. Anak-anak diajarkan cara mengenali tanda-tanda makanan yang aman dikonsumsi seperti warna makanan yang tidak terlalu mencolok dan kemasan yang tertutup rapi. Kegiatan praktikum edukasi gizi ini terbukti efektif mengubah sudut pandang para siswa dalam memilih makanan kudapan harian di sekolah. Pembiasaan membaca label makanan sederhana juga dilatihkan kepada para siswa kelas atas agar mereka lebih cermat sebelum membeli jajanan.
Dukungan penuh dari pihak kepala sekolah dan bapak ibu guru turut melancarkan jalannya seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan nutrisi anak ini. Para guru mengapresiasi inovasi media pembelajaran yang dibawa oleh para mahasiswa karena mampu memberikan dorongan positif bagi perubahan perilaku makan anak-anak di sekolah. Pihak sekolah berkomitmen untuk melanjutkan gerakan kantin sehat dan pengawasan jajanan secara ketat guna mendukung keberlanjutan program edukasi yang telah dirintis oleh para mahasiswa tersebut. Sinergi yang baik ini memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak didik.
Acara penutupan diisi dengan pembagian paket buah-buahan segar dan penyematan pin dokter kecil bagi siswa yang tampil paling aktif selama kegiatan berlangsung. Pengelola program keperawatan menyampaikan rasa bangga atas kesuksesan para mahasiswa dalam mengemas kegiatan praktikum berbasis masyarakat yang sangat bermanfaat ini. Keberhasilan praktikum edukasi gizi anak di Blitar ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah-sekolah dasar lainnya pada tahun-tahun mendatang. Diharapkan melalui penanaman pola hidup sehat sejak dini, tumbuh kembang anak-anak sekolah dasar dapat berlangsung secara optimal, cerdas, dan berprestasi.
