Suasana hati dan kepribadian seseorang dapat berubah drastis karena Alzheimer. Mereka bisa menjadi bingung, curiga, depresi, takut, atau cemas. Mereka mungkin juga mudah marah di rumah, di tempat kerja, atau saat berada di tempat yang keluar dari zona nyaman mereka. Perubahan ini seringkali menjadi salah satu aspek paling menyedihkan dan menantang bagi keluarga yang mendampingi
Perubahan suasana hati ini bukan disengaja. Ini adalah akibat langsung dari perubahan kimiawi dan struktural di otak yang disebabkan oleh penyakit. Area otak yang bertanggung jawab untuk pengaturan emosi dan perilaku mulai rusak, sehingga penderita Alzheimer kesulitan mengelola perasaan mereka secara normal, menciptakan tantangan yang signifikan bagi mereka.
Kebingungan adalah pemicu umum. Ketika penderita Alzheimer kesulitan memahami lingkungan atau mengingat informasi, mereka bisa merasa kewalahan, yang kemudian termanifestasi sebagai kecemasan atau kemarahan. Kesulitan memahami dunia di sekitar mereka seringkali memicu reaksi emosional yang intens, membuat mereka merasa takut dan tidak nyaman.
Kecurigaan juga sering muncul. Penderita Alzheimer mungkin menuduh orang lain mencuri barang-barang mereka, seperti yang telah dibahas sebelumnya, atau merasa bahwa orang lain bersekongkol melawan mereka. Ketidakmampuan memori dan karena perubahan di otak membuat mereka membentuk realitas yang berbeda, yang bagi mereka terasa sangat nyata dan mengancam.
Depresi dan kecemasan juga umum terjadi. Penderita Alzheimer mungkin menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri mereka, yang dapat menyebabkan kesedihan dan ketakutan. Penarikan diri dari aktivitas sosial dan kesulitan komunikasi juga dapat memperburuk perasaan isolasi dan kesepian yang mereka alami, sehingga perlu dukungan sosial.
Kemarahan, terutama di tempat yang tidak familiar atau saat merasa tidak nyaman, bisa menjadi sangat menantang. Lingkungan baru, suara bising, atau perubahan rutinitas dapat memicu agitasi pada penderita Alzheimer. Penting bagi pengasuh untuk mengidentifikasi pemicu ini dan berusaha menciptakan lingkungan yang tenang dan terprediksi untuk mereka.
Meskipun sulit, perbaikan berkelanjutan dalam strategi pendampingan dan edukasi dan transparansi kepada keluarga sangat krusial. Memahami bahwa perubahan suasana hati ini adalah bagian dari penyakit, bukan kesalahan pribadi, dapat membantu keluarga merespons dengan empati dan kesabaran. Mendapatkan dukungan profesional juga bisa sangat membantu dalam mengelola perilaku yang menantang ini.
