Fasilitas pendidikan tinggi di wilayah Jawa Timur kembali menjadi sasaran empuk aksi kriminalitas yang merugikan aset negara. Kasus pencurian mikroskop canggih milik laboratorium penelitian kesehatan baru-baru ini dilaporkan oleh pihak pengelola kampus setelah ditemukan adanya kerusakan pada pintu masuk ruangan sterilisasi. Alat optik dengan teknologi tinggi yang bernilai ratusan juta rupiah tersebut hilang dari tempat penyimpanannya, meninggalkan kekosongan besar dalam rangkaian penelitian penting yang sedang berjalan bagi para mahasiswa tingkat akhir di institusi tersebut.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, aksi pencurian mikroskop ini terjadi pada jam-jam rawan saat pengawasan internal sedang melonggar di area laboratorium. Namun, upaya pelaku untuk menutupi jejaknya gagal total karena seluruh pergerakannya berhasil terekam jelas oleh kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sudut koridor. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang oknum yang diduga telah mengenal situasi medan dengan baik, masuk menggunakan kunci duplikat dan membawa kabur perangkat sensitif tersebut menggunakan tas khusus agar tidak mencurigakan petugas keamanan di gerbang depan.
Dampak dari peristiwa pencurian mikroskop tersebut sangat dirasakan oleh para dosen dan peneliti yang bergantung pada alat tersebut untuk melakukan observasi sel mikroba. Alat tersebut bukan sekadar perangkat keras biasa, melainkan instrumen vital yang memiliki kalibrasi khusus dan sulit ditemukan di pasar umum. Pihak kepolisian Blitar kini tengah melakukan identifikasi terhadap wajah pelaku yang tertangkap kamera guna melakukan pengejaran lebih lanjut. Investigasi juga diarahkan pada kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam yang memberikan informasi mengenai letak dan nilai ekonomis dari perangkat laboratorium tersebut.
Masyarakat dan pihak sekolah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan aset digital maupun mekanik di lingkungan pendidikan. Kasus pencurian mikroskop ini menjadi pelajaran berharga bagi manajemen kampus untuk memperketat sistem akses masuk ke ruang-ruang vital dengan menggunakan teknologi biometrik atau kartu akses khusus. Selain itu, inventarisasi barang secara berkala harus dilakukan untuk mendeteksi kehilangan sejak dini. Penjagaan fisik oleh petugas keamanan juga perlu ditingkatkan, terutama pada malam hari dan hari libur saat aktivitas kampus sedang sepi.
