Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di kawasan pedesaan terus dilakukan secara nyata melalui program kehadiran langsung di tengah warga. Pihak perguruan tinggi menerjunkan mahasiswa kebidanan dalam program pendampingan ibu hamil di wilayah desa-desa terpencil. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kesehatan kehamilan secara berkala, memberikan edukasi gizi, serta memfasilitasi rencana persalinan yang aman di fasilitas kesehatan. Melalui pendekatan kekeluargaan ini, mahasiswa dapat membantu mendeteksi risiko tinggi kehamilan secara dini sebelum menimbulkan komplikasi medis yang berbahaya.
Setiap mahasiswa kebidanan mendampingi beberapa ibu hamil sejak trimester pertama kehamilan hingga masa nifas selesai. Mahasiswa melakukan pemeriksaan tekanan darah, mengukur lingkar lengan atas, serta memeriksa kadar hemoglobin darah secara rutin di rumah warga. Selain pemeriksaan fisik, mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai tanda bahaya kehamilan dan pentingnya persiapan tabungan persalinan serta donor darah keluarga. Pendekatan personal yang hangat membuat para ibu hamil merasa nyaman untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan mereka.
Warga desa dan para tokoh masyarakat menyambut hangat kehadiran para calon bidan yang dinilai sangat telaten dan peduli pada keselamatan ibu hamil. Program pendampingan ibu ini terbukti berhasil meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan di puskesmas serta menurunkan angka persalinan di rumah tanpa tenaga medis. Banyak ibu hamil yang merasa lebih tenang dan siap menghadapi proses persalinan berkat edukasi dan dukungan emosional dari para mahasiswa. Sinergi positif ini menciptakan iklim kesehatan ibu dan anak yang sangat baik di desa.
Pihak perguruan tinggi membekali setiap mahasiswa dengan perlengkapan medis kebidanan kit lapangan yang lengkap dan aman. Dosen pembimbing kebidanan secara berkala melakukan supervisi ke lapangan guna memantau ketepatan diagnosis dan arahan yang diberikan oleh mahasiswa. Kerja sama erat dibangun bersama bidan desa dan pengurus PKK setempat guna menjamin keberlanjutan pendampingan kesehatan masyarakat. Pengawasan berkesinambungan ini memastikan seluruh alur pelayanan berjalan sesuai standar operasional medis.
Melalui program pendampingan langsung ini, kampus berharap melahirkan bidan-bidan desa yang berdedikasi tinggi, empati, dan berjiwa sosial kuat. Keberhasilan program pendampingan ibu hamil ini menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam mendukung terwujudnya ibu dan bayi yang sehat di daerah. Pihak perguruan tinggi siap terus melanjutkan program ini sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum kebidanan berbasis komunitas. Langkah nyata ini menjadi sumbangan berharga bagi pembangunan kesehatan nasional.
