Dosen dan mahasiswa menggelar kegiatan sosialisasi pemanfaatan ramuan herbal dan teknik terapi tradisional yang aman bagi warga pemukiman perdesaan. Program penyuluhan kesehatan tradisional ini bertujuan mengenalkan kembali kekayaan pengobatan herbal warisan leluhur yang telah teruji secara ilmiah aman bagi tubuh. Akademisi membagikan panduan praktis pembuatan jamu sehat serta cara penanaman tanaman obat keluarga di pekarangan rumah warga. Kegiatan sosial ini mendapat sambutan yang sangat hangat dan antusias dari warga desa.
Warga diajak memahami manfaat tanaman obat sekitar rumah seperti kunyit, temulawak, dan jahe untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengatasi penyakit ringan. Tim akademisi menekankan pentingnya menjaga kebersihan proses pengolahan jamu agar khasiat herbal tetap terjaga tanpa terkontaminasi kuman berbahaya. Pengenalan kesehatan tradisional berbasis bukti ilmiah ini membantu masyarakat memanfaatkan obat alami secara bijak sebagai pendamping pengobatan medis modern harian. Warga menjadi lebih mandiri dalam menjaga kebugaran fisik keluarga mereka secara alami.
Selain penyuluhan ramuan jamu, tim pengabdi juga memberikan pelatihan pijat kebugaran mandiri guna meredakan ketegangan otot dan pegal linu setelah beraktivitas harian. Mahasiswa mendampingi lansia secara sabar untuk mempraktikkan gerakan peregangan dan pemijatan titik akupresur sederhana yang aman dilakukan di rumah. Penyuluhan kesehatan tradisional terintegrasi ini terbukti meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup para lansia di desa penyangga. Lansia merasa lebih bugar, ceria, dan diperhatikan oleh generasi muda.
Kerja sama yang erat antara pihak kampus dan perangkat desa memastikan kelangsungan program melalui pembentukan kelompok perempuan pembudidaya tanaman obat keluarga. Kelompok ini bertugas merawat kebun bibit herbal desa serta memproduksi ramuan jamu sehat untuk kebutuhan seluruh warga pemukiman secara gotong royong. Sinergi ini menghidupkan kembali kearifan lokal yang ramah lingkungan sekaligus mempererat rasa kebersamaan warga dalam menjaga kesehatan bersama. Desa menjadi lebih asri, mandiri, dan sehat alami.
Pengintegrasian kearifan lokal pengobatan herbal dalam kegiatan akademis merupakan langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya bangsa yang sangat berharga. Perguruan tinggi membuktikan komitmennya untuk selalu hadir memberikan solusi nyata yang terjangkau dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Keberhasilan program ini perlu terus dikembangkan ke berbagai desa lain di seluruh tanah air demi terwujudnya kemandirian kesehatan nasional. Mari bersama merawat kearifan budaya lokal Indonesia.
