Bagi pasien yang didiagnosis dengan penyakit ginjal tahap akhir (ESRD), fungsi ginjal telah sangat menurun hingga tidak lagi mampu menyaring limbah dan cairan dari tubuh secara efektif. Pada titik ini, untuk mempertahankan hidup dan meningkatkan kualitas hidup, diperlukan Terapi Pengganti Ginjal (TPG). TPG bukan sekadar pengobatan, melainkan sebuah perubahan signifikan dalam gaya hidup yang membutuhkan persiapan matang, baik secara fisik, mental, maupun finansial. Diskusi mendalam dengan nefrolog dan tim medis adalah kunci untuk memilih metode TPG yang paling sesuai.
Ada tiga modalitas utama TPG yang tersedia:
- Hemodialisis (HD): Ini adalah bentuk dialisis yang paling umum, di mana darah pasien disaring di luar tubuh menggunakan mesin khusus yang disebut dialyzer atau “ginjal buatan”.
- Proses: Darah diambil dari akses vaskular (biasanya fistula arteriovenosa, graft, atau kateter vena sentral), disalurkan melalui dialyzer untuk membersihkan limbah dan kelebihan cairan, lalu dikembalikan ke tubuh.
- Frekuensi: Umumnya dilakukan 3 kali seminggu, masing-masing sesi berlangsung sekitar 3-5 jam, di pusat dialisis.
- Persiapan: Membutuhkan persiapan akses vaskular bedah (fistula atau graft) yang membutuhkan waktu untuk matang sebelum dapat digunakan.
- Dialisis Peritoneal (PD): PD adalah bentuk dialisis yang dilakukan di rumah, menggunakan lapisan dalam perut (peritoneum) sebagai filter alami. Cairan dialisis dimasukkan ke dalam rongga perut, menyerap limbah, dan kemudian dikuras keluar.
- Proses: Dilakukan setiap hari oleh pasien atau anggota keluarga di rumah, baik secara manual (CAPD – Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau menggunakan mesin semalam (Automated Peritoneal Dialysis – APD).
- Keunggulan: Fleksibilitas waktu, dapat dilakukan di rumah, menghindari perjalanan ke pusat dialisis.
- Persiapan: Membutuhkan prosedur bedah minor untuk pemasangan kateter di perut, serta pelatihan intensif bagi pasien dan keluarga tentang teknik steril dan pengelolaan PD di rumah.
- Transplantasi Ginjal: Ini dianggap sebagai TPG terbaik karena dapat memberikan kualitas hidup yang paling mendekati normal. Ginjal yang rusak diganti dengan ginjal sehat dari donor (hidup atau meninggal).
- Proses: Melibatkan prosedur bedah besar.
- Keunggulan: Kualitas hidup yang lebih baik, tidak perlu dialisis rutin, diet yang lebih longgar.
- Persiapan: Membutuhkan evaluasi medis menyeluruh untuk menentukan kelayakan, pencarian donor yang cocok, dan proses daftar tunggu yang mungkin panjang. Pasien juga harus menjalani terapi imunosupresan seumur hidup.
